PANGKALPINANG - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bangka Belitung (Babel), di bawah kepemimpinan Ricky Kurniawan menyatakan komitmen untuk memajukan prestasi olahraga Babel.
Komitmen tersebut diakui Ricky, sudah tersusun sejak ia resmi menahkodai KONI Babel pada pelantikan 16 Juni 2022 yang lalu. Terpenting bagi dirinya untuk memajukan prestasi olahraga Babel tidak lain adalah sumbangsih pemikiran masyarakat.
Oleh karenanya, kata Ricky, dalam waktu dekat KONI Babel akan menggelar Focus Group Discusion (FGD) yang akan membahas tentang arah olahraga Babel.
Judulnya masih belum pasti, intinya kita akan bahas mah dibawa kemana arah olahraga Babel ini," ungkap Ricky dalam jumpa pers, Sabtu (19/11) di kantor KONI Babel.
Digelar pada awal Desember mendatang, lanjut Ricky, FGD ini akan mengundang Penjabat Gubernur Babel bersama Sekretaris Daerah (Sekda) dan jajaran dinasnya, pimpinan DPRD beserta Komisi II, para pimpinan cabang olahraga dan fungsional, para pelatih, pemerhati olahraga dan para ketua KONI periode sebelumnya.
"Kita harapkan masukan pemikiran. Kita tahu sama tahu bahwa anggaran kita (olahraga) jauh dari cukup. Makanya kita pingin disitu ada solusi, dengan anggaran yang ada mau dibawa kemana arah kita. Kalau tidak, semua akan menuntut dan tidak ada jalan keluar, begitu terus nantinya," ujar Ricky.
Ia juga tak menampik, jika FGD ini merupakan momentum evaluasi kinerja KONI. Ricky mengamini, terkadang yang dijalankan KONI tidak sesuai dengan keinginan masyarakat Babel.
"Kita pingin, yang kita jalankan itu memang merupakan apa yang diinginkan Babel bukan yang dinginkan KONI. Kadang yang kita jalankan tidak sesuai, jadi dengan bagini, apa yang dijalankan memang merupakan yang diinginkan masyarakat Babel," tuturnya.
Ia juga menerangkan, beberapa program dan kerja yang telah dilaksanakan dan akan dilaksanakan KONI periode 2022-2026. Salah satu upaya untuk meningkatkan prestasi olahraga Babel di kalangan remaja adalah mulai mengintensifkan program KONI Goes To School yang rencananya akan dilaksanakan pada tahun 2023 nanti.
“Untuk tahun ini, kita belum berbicara banyak, masih mendata, karena di ujung tahun juga. Kita data masalah cabor kita apa saja dan akan diimplementasikan di tahun depan. Tahun ini sifatnya bantuan ke cabang olahraga mengikuti kejurda, kejurnas, dana sekretariat, musda atau rapat tahunan, dan lain-lain. Dan KONI Goes To School ini rencananya akan kita programkan di tahun 2023,” terangnya.
Dikatakan Ricky, Tahun 2023 juga KONI Babel menyiapkan diri untuk banyaknya agenda besar. Diantaranya adalah Porprov di Bangka Barat, Porwil Aceh, dan kualifikasi PON 2024.
“Masih banyak agenda lain juga, seperti Kejurda Drumband, Kejurda dan Kejurnas Panjat Tebing, Taekwondo juga. Dan khusus bela diri, untuk kualifikasi PON terfokus di Kejurnas Solo bulan Juni 2023. Kita harus menyiapkan secara maksimal atlet kita yang akan berlaga di sana,” ujarnya.
Terkait anggaran, Ricky tak menampik, besaran anggaran mempengaruhi program KONI dalam pembinaan olahraga di Babel. Pihaknya juga berusaha mencari bapak asuh untuk menopang kebutuhan anggaran tersebut. Tapi Ricky tak mau menunggu saja dan akan memaksimalkan semua sumber daya yang ada.
Babel tidak seperti provinsi lain sudah maju olahraganya dan prestasi tidak lepas dari anggaran. Apalagi APBD kita masih defisit, tapi saya selalu mengajak, apa yang bisa perbuat dan apa yang ada. Kalau menuntut, bagaimana menuntut barangnya tidak ada, tapi kita berusaha semaksimal mungkin bekerja demi prestasi,” tegasnya .
Ke depan, KONI Babel berencana memperbanyak kompetisi level daerah karena pengikutnya yang lebih banyak, dan efek ke masyarkat lebih tinggi. Sementara, untuk seleksi ke level nasional yang dibatasi, dengan menyiapkan atlet berpotensi menyumbang medali.
“Untuk jam terbang, kita bisa fokus perbanyak agenda di level daerah. Untuk nasional, kita tidak mau sistem kuota, kalau kita kuota 10, ternyata kita support 4 orang. Masuk tidaknya, tergantung anda sendiri,” katanya.
Untuk target prestasi sendiri, Ricky mengungkapkan bahwa sudah ada beberapa cabor yang menargetkan. Dia menegaskan, untuk 6 bulan pertama, pihaknya mendata seluruh cabor, target, kesulitan, kebutuhan, dan kekuatan anggaran. Bila data tersebut sudah dihimpun, target akan keluarkan KONI untuk tahun depan.
Kalau untuk target peringkat, Babel di PON Papua kemarin ada di 31, nanti PON Aceh-Sumut, target kita di 20-an,” imbuhnya.
Mantan atlet wushu ini pun tegas membenahi cabor, selain KONI di kabupaten/kota se-Babel yang sudah aktif. Cabor yang tidak aktif, tak akan segan dicoret. Pelaksanaan kejurdan dan kejurnas adalah wajib bagi cabor.
Kita kejar cabor yang aktif. Ke depan kita juga sinergi dengan cabor, apa yang menjadi tanggung jawabnya,” tegas Ricky.
Ricky juga merespon isu atlet yang pindah daerah. Harapannya, agar para atlet bisa menumbuhkan sikap daerah. Apalagi, dia pun berusaha agar para atlet berprestasi mendapatkan perhatian serius dari pemerintah daerah. Salah satunya, atlet peraih medali emas pada PON nanti dijanjikan bonus Rp250 juta.
Kita juga berusaha agar atlet berprestasi dapat dibantu, bila mau masuk TNI Polri bisa lewat jalur prestasi. Atau jadi PNS, kita coba bicarakan. Yakinlah, kalau perjuangan telah dilakukan dan berhasil, daerah tidak akan lupa,” pungkasnya