Berita

Images
Images
  • Administrator
  • 594

KONI Babel Masih Konsultasi Untuk Bonus Atlet Gunakan Doping

Pangkalpinang : Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui KONI memberikan bonus langsung kepada atlet yang berhasil mendapatkan medali pada PON Papua 2021.

Bonus yang diberikan Pemprov Babel, untuk peraih medali emas senilai Rp250 juta, medali perak Rp150 juta dan perunggu Rp 75 juta.

Bonus itupun diberikan kepada atlet binaraga Bangka Belitung yang berhasil mendapatkan medali perak pada PON tersebut.

Namun, dengan hasil tes yang dilakukan panitia PON membuktikan atlet bersangkutan menggunakan doping, maka KONI Bangka Belitung saat ini masih dalam proses konsultasi dan pengkajian terhadap bonus yang sudah diberikan, setelah mendapatkan surat pencabutan atas perolehan medali perak pada atlet tersebut.

Ketua KONI Bangka Belitung Ricky Kurniawan mengatakan pihaknya masih mempelajari aturan terhadap pencabutan bonus yang sudah diberikan.

"Jadi kita sudah mengkaji dulu, kita sudah minta bidang hukum kita untuk koordinasi dengan bidang - bidang terkait, dengan inspektorat juga, bagaimana mengenai bonus tersebut," ucap Ricky, Minggu (4/12/2022).

Untuk proses sanksi pencabutan bonus, menurut Ricky, seharusnya dalam hitungan minggu sudah selesai dan pihaknya tidak dapat berbuat banyak, namun yang pasti ke depan akan menjadi pelajaran untuk lebih selektif dalam melakukan pembinaan terhadap atlet maupun pelatih agar bisa memilah jenis obat maupun vitamin yang aman dan tidak masuk dalam kategori mengandung doping.

"Contoh ni kenapa minuman gitorit hilang dari pasaran, ternyata itu doping, kan kita gak tau, minum panadol 4 butir sekali minum juga bisa positif doping, kopi kalau jumlahnya berlebih juga doping," kata Ricky. 

Menurut dia, pihaknya akan mengikuti aturan yang telah ditetapkan terhadap kasus yang menimpa satu atlet Bangka Belitung dinyatakan menggunakan doping pada PON Papua tersebut.

Meskipun sebelum pelaksanaan PON, atlet sudah dilakukan pemeriksaan doping dan hasilnya negatif.

Sementara untuk uang pembinaan atlet berprestasi, pihaknya sudah menghentikan dan memang belum ada diberikan kepada atlet bersangkutan.